Pesona Gugusan Karst Kabupaten Maros

Sunset in Karst

Sunset di kawasan karst Maros menyuguhkan pesona tersendiri.

KABUPATEN Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan memiliki kekayaan dan keindahan alam yang beragam. Kabupaten yang berbatasan dengan Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep ini menyimpan begitu banyak lokasi wisata yang bisa dinikmati di akhir pekan.

Tidak hanya terkenal dengan wisata air terjun Bantimurung dan juga situs peninggalan sejarah Leang-leang, kabupaten dengan luas wilayah 1.619,12 km persegi ini juga memiliki tempat wisata yang sudah cukup terkenal, yakni kawasan karst, di Dusun Rammang-rammang, Desa Salenrang, Maros.

Kawasan ini selain menyimpan cadangan batu granit yang melimpah, juga menyimpan berbagai kekayaan alam lain terutama keunikan pemandangan alamnya yang memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan industri priwisata. Dibutuhkan waktu sekitar dua jam dari Makassar untuk menuju lokasi wisata yang disebut-sebut sebagai miniatur wisata sungai mekong Vietnam maupun sungai Yulong, di Guilin China.

Memasuki dusun ini, tim pengunjung dihadapkan dengan pemandangan gugusan pengunungan dan batu-batu karst yang berjejer dan menjulang. Jika mengunjungi saat musim panen, pemandangan hamparan sawah dengan gugusan batu karst hitam di belakangnya sungguh menarik.

Menelusuri lebih dalam, akan ditemui sebuah aliran sungai tenang, sungai Pute. Di lokasi ini menyediakan dua dermaga dengan jarak tempuh yang berbeda. Pemandangan di sekitar sungai sangat menarik.

Pemandangan gunung karst sambil menyusuri sungai Pute dapat dinikmati dengan perahu yang bisa disewa langsung dari penduduk. Biaya sewa mulai dari Rp150 ribu-Rp250 ribu per perahu, tergantung dari dermaga dan kepiawaian menawar. Perahu bisa memuat 6-10 orang.

Setelah sampai di dermaga terakhir sungai Pute, akan ditemukan pemandangan yang tak kalah menarik, yakni hamparan sawah yang dikelilingi gunung-gunung karst. Jika ingin bermalam, pengunjung bisa menyewa rumah warga yang tinggal di situ. Ada juga balai-balai yang bisa disewa untuk sekadar beristirahat menikmati pemandangan sekitar sambil makan siang.

Petualangan tidak berakhir di situ saja, menyusuri celah batu yang menyerupai lorong-lorong juga bisa dilakukan dengan dipandu penduduk setempat. Jika menyusurinya, skan ditemui sebuah telaga. (TOAKALA-ADVENTURE.COM)